FLUXTREN — Apple Inc. dikabarkan akan segera meluncurkan sistem iklan berbayar di aplikasi Maps, memperkuat strategi monetisasi layanan digitalnya. Pengumuman resmi diperkirakan bakal dirilis dalam waktu dekat bulan ini.
Sistem iklan ini akan bekerja mirip dengan Google Maps — bisnis seperti restoran, ritel, dan brand dapat menawar slot iklan berdasarkan kata kunci pencarian. Misalnya, sebuah restoran sushi bisa menawar kata kunci “sushi”, sehingga lokasinya muncul paling atas saat pengguna mencari jenis makanan tersebut. Model serupa juga sudah digunakan oleh Yelp Inc. di platform mereka.
Iklan Jadi Mesin Pendapatan Baru Apple
Langkah ini merupakan bagian dari ekspansi besar divisi iklan Apple yang kini dipimpin oleh Todd Teresi di bawah pengawasan Eddy Cue, SVP Layanan dan Kesehatan. Apple bahkan telah mengubah nama divisi periklanannya dari Search Ads menjadi Apple Ads — sinyal jelas ambisi yang semakin serius di industri iklan digital.
Menurut lembaga riset Emarketer, pendapatan iklan Apple diproyeksikan mencapai US$8,5 miliar tahun ini. Angka ini melengkapi bisnis layanan Apple yang sudah menghasilkan lebih dari US$100 miliar per tahun — setara lebih dari seperempat total penjualan perusahaan.
Kapan dan Di Mana Iklan Akan Muncul?
Iklan di Apple Maps dijadwalkan mulai hadir pada musim panas 2025, tersedia di iPhone, perangkat Apple lainnya, hingga versi web. Ini bukan langkah pertama Apple di ranah iklan — sebelumnya perusahaan juga membuka slot iklan baru di App Store, Apple TV (melalui paket MLS), aplikasi News, serta memperbarui layanan podcast untuk memudahkan penempatan iklan.
Tantangan yang Menghadang
Di tengah ekspansi ini, Apple tak luput dari tekanan. Regulator terus mendesak perubahan model bisnis App Store, sementara kesepakatan pencarian senilai miliaran dolar dengan Google terancam oleh gelombang teknologi pencarian berbasis AI. Pertumbuhan pendapatan iklan diharapkan dapat menjadi penyeimbang dari potensi perlambatan di segmen-segmen tersebut.

