FLUXTREN — Perusahaan teknologi global IBM memaparkan lima tren utama yang diprediksi akan membentuk lanskap teknologi pada 2026. Tren tersebut mencakup kecerdasan buatan berdaulat (sovereign AI), peran AI sebagai penggerak pertumbuhan bisnis, hingga kesiapan memasuki era komputasi kuantum.
Prediksi ini disampaikan oleh General Manager & Technology Leader IBM ASEAN, Catherine Lian, dalam paparan pada Kamis (11/12). Menurutnya, transformasi digital tidak lagi hanya soal adopsi teknologi, melainkan tentang bagaimana organisasi membangun fondasi strategis yang berkelanjutan.
“Sekarang, mari kita lihat lima tren tersebut: AI yang berdaulat, AI sebagai pengganda pertumbuhan, interoperabilitas agen yang berskala besar, AI yang tepercaya, dan keunggulan kuantum,” ujar Catherine.
Sovereign AI Jadi Kebutuhan Baru
IBM menilai sovereign AI atau AI berdaulat akan menjadi kebutuhan mendasar, bukan sekadar kepatuhan regulasi. Konsep ini menekankan kontrol penuh atas data, model, dan infrastruktur AI oleh negara atau organisasi.
IBM memproyeksikan bahwa 80 persen perusahaan multinasional di kawasan Asia Pasifik akan menerapkan strategi kedaulatan data pada 2027, seiring meningkatnya perhatian terhadap keamanan data dan regulasi lintas negara.
AI Berubah dari Efisiensi ke Mesin Pertumbuhan
Tren kedua adalah AI sebagai pengganda pertumbuhan. AI tidak lagi hanya digunakan untuk otomatisasi dan efisiensi biaya, tetapi mulai berperan langsung dalam penciptaan pendapatan.
IBM mencatat 72 persen CEO berkinerja terbaik di dunia menganggap keunggulan AI generatif sebagai sumber daya saing utama. Selain itu, 85 persen eksekutif global meyakini AI akan memungkinkan lahirnya model bisnis baru.
“Bahkan, 95 persen eksekutif di seluruh dunia kini memposisikan AI sebagai strategi bisnis, bukan sekadar alat pendukung,” jelas Catherine.
Interoperabilitas Agen AI Berskala Besar
IBM juga menyoroti pentingnya interoperabilitas agen AI. Untuk memaksimalkan potensi agentic AI, perusahaan perlu membangun arsitektur yang memungkinkan berbagai agen AI saling terhubung dan berbagi data secara berkelanjutan.
Struktur ini dinilai akan mengubah cara manusia dan AI bekerja berdampingan, sekaligus menjadi fondasi baru dalam pengembangan teknologi perusahaan.
“Ini akan menjadi struktur fundamental yang sangat penting dalam mendefinisikan teknologi ke depan,” tegas Catherine.
Trusted AI Jadi Faktor Penentu Keberhasilan
Kepercayaan terhadap AI menjadi tren berikutnya yang tak kalah penting. IBM mencatat 95 persen eksekutif menilai kepercayaan konsumen terhadap AI akan menentukan keberhasilan adopsi teknologi ini.
Sebanyak 89 persen konsumen diperkirakan akan berinteraksi dengan AI, sementara 56 persen menyatakan antusias terhadap layanan berbasis AI. Namun, Catherine menekankan bahwa regulasi dan peran pemerintah tetap krusial dalam membangun ekosistem AI yang tepercaya.
“Pemerintah perlu berperan dalam mendorong regulasi—mulai dari pengelolaan data hingga bagaimana AI digunakan secara bertanggung jawab,” ujarnya.
Komputasi Kuantum Makin Dekat ke Dunia Nyata
Tren terakhir adalah komputasi kuantum, yang menurut IBM bukan lagi sekadar wacana futuristik. Organisasi yang mulai mempersiapkan diri sejak sekarang diperkirakan akan mengadopsi teknologi kuantum hingga tiga kali lebih cepat dibanding yang belum siap.
IBM menyebutkan pihaknya telah menanamkan fitur quantum-safe di seluruh produknya sebagai langkah antisipasi terhadap era baru komputasi.
“Era kuantum adalah perjalanan strategis yang harus dipersiapkan dari sekarang,” pungkas Catherine.

