8 Hal Tentang Alan Turing yang Tak Diungkap Film The Imitation Game

Kisah hidupnya kembali mencuat lewat film The Imitation Game. Namun, di balik reputasinya sebagai jenius, ada banyak sisi menarik Alan Turing yang tak banyak diketahui publik.

FLUXTREN – Nama Alan Turing dikenal luas sebagai matematikawan, ahli logika, dan kriptografer Inggris yang berhasil memecahkan kode Enigma Nazi pada Perang Dunia II. Karyanya memberi keunggulan besar bagi Sekutu dan menjadi fondasi lahirnya komputer modern.

Kisah hidupnya kembali mencuat lewat film The Imitation Game, di mana Turing diperankan oleh Benedict Cumberbatch. Namun, di balik reputasinya sebagai jenius, ada banyak sisi menarik Alan Turing yang tak banyak diketahui publik. Berikut delapan di antaranya.

1. Pelari Kelas Olimpiade

Turing bukan hanya otak encer, tetapi juga atlet serius. Ia gemar berlari jarak jauh dan sering berlari ke tempat kerja. Pada 1948, catatan maratonnya adalah 2 jam 46 menit 3 detik—hanya sekitar 11 menit lebih lambat dari peraih emas Olimpiade tahun itu. Ia pernah berkata bahwa berlari adalah satu-satunya cara untuk “mengeluarkan stres” dari pekerjaannya yang sangat berat.

2. “Hippie” Sebelum Zamannya

Menurut biografernya, Andrew Hodges, Turing adalah “hippie sebelum waktunya.” Ia berpakaian santai, sering terlihat berantakan, tanpa dasi, dengan kuku tergigit. Gaya hidupnya kasual dan anti-formal, sangat kontras dengan citra akademisi Inggris pada zamannya.

3. Nilai Akademis yang Mengecewakan

Ironisnya, salah satu manusia paling jenius abad ke-20 ini justru sering mendapat nilai buruk di sekolah. Guru-gurunya kerap mengeluh, bahkan menganggap tulisannya sebagai yang terburuk yang pernah mereka lihat. Ia hampir tidak diizinkan mengikuti ujian nasional karena dikhawatirkan gagal di matematika dan sains.

4. Tak Hanya Ahli Komputer

Meski dikenal sebagai bapak ilmu komputer dan AI, Turing juga mendalami fisika, biologi, kimia, dan neurologi. Ia membaca teori relativitas Einstein sejak remaja dan menuliskan pemikirannya sendiri. Ketertarikannya lintas disiplin ini berkaitan dengan obsesinya memahami cara mesin—dan makhluk hidup—“berpikir”.

5. Terinspirasi dari Bunga Daisy

Ketertarikan Turing pada alam membawanya menciptakan bidang baru dalam biologi matematika: morfogenesis. Pada 1952, ia menerbitkan karya revolusioner tentang bagaimana pola alami—seperti bunga daisy—tumbuh dan terbentuk. Makalah ini telah dikutip ribuan kali dan masih relevan hingga kini.

6. Memiliki Gangguan Bicara

Turing diketahui memiliki sedikit gagap. Ia cenderung berhenti sejenak untuk mencari kata yang tepat. Bahkan, seorang produser BBC pernah menyebutnya sebagai narasumber yang “sulit diwawancarai” karena kebiasaan ini—sesuatu yang sering dilebih-lebihkan dalam adaptasi film.

7. Terbuka soal Orientasi Seksual di Lingkaran Terdekat

Meski homoseksualitas adalah kejahatan di Inggris kala itu, Turing tidak menyembunyikan jati dirinya dari teman-teman dekat, terutama di King’s College, Cambridge—lingkungan yang relatif lebih menerima. Saat ditangkap pada 1952, ia bahkan menolak menyangkal tuduhan dan menyatakan bahwa hukum tersebut seharusnya tidak ada.

8. Tetap Bekerja Meski Dihukum Kebiri Kimia

Sebagai hukuman, Turing menjalani kebiri kimia melalui suntikan hormon yang berdampak besar pada fisik dan mentalnya. Namun, ia menolak berhenti berkarya. Dengan humor dan sikap menantang, ia terus bekerja dan bahkan mengejek absurditas hukum yang menghukumnya—meski kehilangan izin keamanan akhirnya menjadi pukulan terberat dalam hidupnya.

Ikuti topik atau tag dari artikel ini untuk melihat lebih banyak berita dan informasi seperti ini

Jangan ketinggalan info keren soal teknologi dan AI?

Yuk, join Channel WhatsApp FluxTren Indonesia!
Satu klik, langsung update berita paling hangat — cepat, ringan, dan pastinya seru buat diikuti!

FluxTren menghormati privasi — tidak berbagi nomor kamu ke pihak ketiga. Info lebih lanjut di kebijakan privasi.
spot_img

More in News

POPULAR