FLUXTREN – Disney berencana meluncurkan konten video pendek vertikal di aplikasi Disney+ di Amerika Serikat pada akhir 2026. Langkah ini menandai upaya Disney mengadopsi format populer ala TikTok demi meningkatkan keterlibatan pengguna harian di layanan streamingnya.
Pengumuman tersebut disampaikan Disney dalam ajang Tech + Data Showcase di CES 2026, Las Vegas. Perusahaan menyebut pengalaman baru ini akan terus berkembang dan dirancang untuk menghadirkan konten yang lebih personal dan dinamis, sekaligus memperkuat Disney+ sebagai destinasi hiburan yang dikunjungi setiap hari.
Inisiatif ini mengikuti langkah ESPN—jaringan olahraga milik Disney—yang lebih dulu meluncurkan fitur “Verts”, berupa klip sorotan dan analisis olahraga dalam format video pendek di aplikasi ESPN pada 2025.
Disney menegaskan, strategi video pendek ini ditujukan untuk meningkatkan frekuensi kunjungan dan durasi penggunaan aplikasi. Di tengah persaingan industri streaming, pertumbuhan pendapatan kini semakin bergantung pada iklan, yang membutuhkan keterlibatan pengguna lebih sering dan lebih lama.
Erin Teague, Executive Vice President of Product Management Disney Entertainment and ESPN, menyebut perangkat mobile sebagai peluang besar bagi Disney+.
“Dalam setahun ke depan, kami akan menghadirkan pengalaman video vertikal di Disney+. Bayangkan seluruh konten pendek Disney favorit Anda berada dalam satu aplikasi terpadu,” ujar Teague dalam presentasinya di CES. Ia menambahkan, ke depan Disney akan mengembangkan feed dinamis berisi konten olahraga, berita, dan hiburan yang diperbarui secara real-time berdasarkan minat pengguna.
Dalam wawancara terpisah dengan Deadline, Teague mengatakan langkah ini juga bertujuan menjangkau audiens muda seperti Gen Z dan Gen Alpha.
“Mereka tidak selalu ingin duduk dan menonton konten berdurasi dua setengah jam di ponsel. Inilah format yang mereka harapkan,” jelasnya.
Disney bukan pemain streaming pertama yang bereksperimen dengan format ini. Netflix lebih dulu menguji feed video pendek untuk mempromosikan konten panjangnya. Namun berbeda dari Netflix, Disney menegaskan video vertikal ini tidak sekadar berfungsi sebagai teaser, melainkan sebagai bagian integral dari pengalaman Disney+.

