Joko Anwar Rilis Teaser Internasional “Ghost in the Cell”, Siap Tayang Perdana di Berlinale

Berlatar Lapas di Indonesia, Ghost in the Cell mengisahkan para narapidana yang harus berjuang pertahankan hidup ketika seorang tahanan misterius masuk ke dalam sel.

FLUXTREN — Sutradara Indonesia Joko Anwar merilis teaser internasional untuk film horor-komedi terbarunya berjudul Ghost in the Cell. Film ini dijadwalkan melakukan pemutaran perdana dunia di Berlin Film Festival (Berlinale), tepatnya di seksi Forum.

Berlatar di sebuah lembaga pemasyarakatan di Indonesia, Ghost in the Cell mengisahkan para narapidana yang harus berjuang mempertahankan hidup ketika seorang tahanan misterius masuk ke dalam sel.

Kedatangannya disertai entitas supranatural yang memburu orang-orang dengan “aura tergelap”. Ketika kematian demi kematian terjadi, para penghuni penjara menyadari bahwa kerja sama menjadi satu-satunya jalan untuk bertahan hidup.

Dalam pernyataan sutradaranya, Joko Anwar menyebut film ini menyimpan pesan sosial yang kuat di balik elemen horornya. Ia menyoroti isu deforestasi masif di Indonesia serta sikap diam dan pengabaian yang kerap menyertai kerusakan lingkungan tersebut. Menurut Anwar, sosok hantu dalam film bukan hanya teror di balik jeruji, tetapi juga simbol dari konsekuensi yang sering dihindari manusia.

Film ini menjadi kolaborasi terbaru Joko Anwar dengan produser Tia Hasibuan melalui rumah produksi Come and See Pictures, bekerja sama dengan Rapi Films, perusahaan Korea Selatan Barunson E&A—studio di balik film pemenang Oscar Parasite—serta Legacy Pictures.

Deretan pemeran film ini meliputi Abimana Aryasatya, Lukman Sardi, Bront Palarae, Aming, Rio Dewanto, Morgan Oey, dan Tora Sudiro. Sementara itu, Barunson E&A juga bertindak sebagai penangan penjualan internasional melalui perjanjian kerja sama dua tahun dengan Come and See Pictures.

Sebagai produksi bersama Indonesia–Korea Selatan, Ghost in the Cell dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia pada kuartal kedua 2026. Film ini menambah daftar proyek terbaru dari Come and See Pictures, setelah merilis serial Netflix Joko Anwar’s Nightmares and Daydreams dan film Amazon MGM Studios The Siege at Thorn High.

Ikuti topik atau tag dari artikel ini untuk melihat lebih banyak berita dan informasi seperti ini

Jangan ketinggalan info keren soal teknologi dan AI?

Yuk, join Channel WhatsApp FluxTren Indonesia!
Satu klik, langsung update berita paling hangat — cepat, ringan, dan pastinya seru buat diikuti!

FluxTren menghormati privasi — tidak berbagi nomor kamu ke pihak ketiga. Info lebih lanjut di kebijakan privasi.
spot_img

More in News

POPULAR