FLUXTREN – Figur kontroversial di platform X, Dom Lucre, kembali memicu perdebatan setelah mengunggah demonstrasi fitur Real-Time Canvas dari Akuma AI. Dalam unggahannya, Dom Lucre menyertakan narasi provokatif yang menyebut “era seniman digital telah berakhir” dan memprediksi profesi seniman akan menjadi usang sebelum 2026 berakhir.
Demonstrasi tersebut menyoroti kemampuan Akuma AI memproses gambar secara instan tanpa jeda (zero latency). Melalui fitur Transformasi Sketsa, coretan kasar dapat langsung berubah menjadi ilustrasi bergaya anime atau semi-realistis berkualitas tinggi dalam hitungan milidetik, bahkan saat pengguna masih menggerakkan kuas.
Selain visual real-time, Akuma AI juga dilaporkan memiliki fitur interaksi suara yang memungkinkan pembuatan dan modifikasi karakter secara dinamis. Kombinasi ini dinilai berpotensi mengubah alur kerja desain karakter, yang selama ini bergantung pada proses manual dan iteratif.
Di komunitas seni digital, unggahan tersebut memicu gelombang kekhawatiran baru terkait keamanan pekerjaan. Sejumlah laporan industri mencatat bahwa perusahaan kreatif mulai mengevaluasi penggunaan alat AI real-time untuk menekan biaya produksi dan mempercepat waktu pengerjaan, memunculkan protes dari sebagian profesional seni.
Isu hak cipta dan etika kembali mengemuka. Berbagai artikel menyoroti kekhawatiran bahwa alat seperti Akuma AI dilatih menggunakan jutaan karya visual tanpa kompensasi bagi seniman aslinya, sehingga dianggap meniru atau “merampok” gaya visual manusia.
Meski demikian, sejumlah analisis menawarkan sudut pandang penyeimbang. Beberapa pakar menilai AI generatif real-time lebih tepat diposisikan sebagai co-pilot atau asisten kreatif yang mempercepat workflow, bukan pengganti kreativitas manusia sepenuhnya. Dalam praktiknya, keputusan artistik, narasi visual, dan arah estetika masih bergantung pada manusia.
Sebagai respons, semakin banyak seniman dilaporkan menggunakan alat perlindungan data seperti Glaze dan Nightshade untuk “meracuni” dataset AI, dengan tujuan mencegah gaya mereka ditiru secara akurat oleh model generatif.
Unggahan Dom Lucre dinilai sebagian pihak sebagai peringatan keras bagi industri kreatif, meskipun klaimnya dianggap berlebihan dan bernuansa sensasi. Namun, kemampuan teknis Akuma AI yang ditampilkan disebut nyata dan menandai perubahan signifikan standar produksi seni digital memasuki 2026.

