FLUXTREN — OpenAI resmi meluncurkan direktori aplikasi (app store) yang terintegrasi langsung di dalam ChatGPT untuk memperluas fungsi percakapannya. Fitur baru ini memungkinkan pengguna menghubungkan berbagai aplikasi pihak ketiga untuk membantu tugas harian seperti mengelola dokumen, memesan makanan, hingga berbelanja dan merencanakan perjalanan.
Langkah ini menandai pergeseran besar ChatGPT dari sekadar chatbot menjadi platform produktivitas berbasis AI. Aplikasi yang sebelumnya dikenal sebagai connector kini disederhanakan penyebutannya menjadi Apps, sekaligus diperluas kemampuannya agar AI tidak hanya memberi saran, tetapi juga menjalankan aksi nyata atas nama pengguna.
Dengan membagi kategori menjadi Featured, Lifestyle, dan Productivity, direktori ini tersedia di web, iOS, dan Android. Pengguna dapat menghubungkan layanan populer seperti Booking.com, Spotify, Dropbox, hingga Apple Music dan DoorDash, seperti dilaporkan Engadget (19/12).
Aplikasi dapat dipanggil secara instan di tengah percakapan menggunakan format @mention setelah terhubung. Misalnya, integrasi dengan Dropbox memungkinkan pengguna langsung mencari, membaca, atau merangkum dokumen internal tanpa perlu berpindah aplikasi. Sementara integrasi Booking.com bisa membantu menyusun rencana perjalanan lengkap langsung dari hasil percakapan.
OpenAI juga meluncurkan aplikasi baru seperti DoorDash dan Apple Music bersamaan dengan debut direktori ini. Fitur DoorDash bahkan memungkinkan ChatGPT mengubah resep makanan yang sedang dibahas menjadi keranjang belanja siap pesan, menandai langkah awal AI sebagai action-oriented assistant, bukan sekadar asisten teks.
Dari sisi akses, fitur Apps ini tersedia untuk pengguna ChatGPT Plus, Team, dan Enterprise, sementara pengguna gratis akan mendapat akses terbatas secara bertahap. OpenAI menyebutkan bahwa beberapa aplikasi tertentu dapat memerlukan tingkat langganan tertentu, tergantung sensitivitas data dan kompleksitas aksinya.
Soal keamanan dan privasi, OpenAI menegaskan bahwa setiap aplikasi harus melalui proses peninjauan ketat. Pengguna juga dapat melihat dan mengatur izin aplikasi secara detail, termasuk jenis data apa yang boleh diakses dan kapan integrasi dapat dihentikan. OpenAI menyatakan data pengguna tidak otomatis dibagikan ke pengembang aplikasi tanpa persetujuan eksplisit.
Meskipun opsi monetisasi internal masih dalam tahap eksplorasi, OpenAI kini membuka jalur resmi bagi pengembang untuk mengajukan aplikasi agar tampil di direktori ChatGPT. Perusahaan telah menyediakan SDK khusus, dokumentasi teknis, dan panduan desain agar aplikasi dapat berinteraksi secara aman dengan model AI.
Peluncuran App Store ChatGPT ini juga menempatkan OpenAI dalam kompetisi langsung dengan ekosistem AI lain seperti Google Gemini Extensions, Microsoft Copilot plugins, dan Anthropic Claude tools. Bedanya, OpenAI menempatkan ChatGPT sebagai single interface untuk banyak layanan, bukan sekadar lapisan AI di atas produk lama.
Integrasi ala App Store ini berpotensi besar meningkatkan produktivitas karena pengguna tidak lagi perlu membuka banyak tab atau aplikasi untuk menyelesaikan satu tugas. Ke depan, jika aplikasi lokal dan layanan publik ikut bergabung, ChatGPT berpeluang menjadi pusat otomatisasi kehidupan digital sehari-hari—dari kerja, hiburan, hingga urusan rumah tangga.

