Rilis Aplikasi Codex untuk macOS, OpenAI Perluas Peran AI di Dunia Coding

Codex App sebagai antarmuka terpusat yang memungkinkan pengguna mengarahkan, mengawasi, dan berkolaborasi dengan banyak agen AI secara bersamaan.

FLUXTREN – OpenAI resmi meluncurkan aplikasi Codex untuk macOS, sebuah antarmuka desktop baru yang dirancang untuk membantu pengembang mengelola banyak tugas, menjalankan proyek jangka panjang, serta memperluas kolaborasi berbasis kecerdasan buatan.

Dalam pengumuman resminya, OpenAI menyebut aplikasi Codex sebagai antarmuka terpusat yang memungkinkan pengguna mengarahkan, mengawasi, dan berkolaborasi dengan banyak agen AI secara bersamaan. Codex ditujukan untuk meningkatkan produktivitas tim pengembang dengan pendekatan agent-based workflow.

OpenAI juga memperluas fungsi Codex melalui fitur baru bernama Skills. Fitur ini memungkinkan agen AI tidak hanya menulis kode, tetapi juga menjalankan berbagai alur kerja lain, mulai dari riset, penulisan dokumen, pengelolaan proyek, hingga proses deployment aplikasi.

“Skills menggabungkan instruksi, sumber daya, dan skrip sehingga Codex dapat terhubung dengan andal ke berbagai alat, menjalankan alur kerja, dan menyelesaikan tugas sesuai dengan preferensi tim Anda,” tulis OpenAI dalam pengumumannya.

Sebagai demonstrasi kemampuan, OpenAI memperlihatkan Codex yang mampu membangun gim balap 3D berbasis web menggunakan Three.js hanya dari satu prompt awal. Dalam proses tersebut, Codex menggunakan lebih dari 7 juta token dan berperan sebagai desainer, pengembang, hingga penguji kualitas secara simultan.

Dari sisi keamanan, aplikasi Codex menerapkan sistem sandboxing tingkat sistem yang bersifat open source dan dapat dikonfigurasi. Secara default, agen AI hanya diizinkan mengedit file dalam folder atau branch tertentu, serta wajib meminta izin sebelum menjalankan perintah tertentu, guna meminimalkan risiko keamanan.

Aplikasi Codex untuk macOS tersedia mulai hari ini. Pengguna ChatGPT Plus, Pro, Business, Enterprise, dan Edu dapat mengakses Codex melalui aplikasi desktop, web, CLI, serta ekstensi IDE tanpa biaya tambahan. OpenAI juga menyediakan opsi pembelian kredit tambahan bagi pengguna dengan kebutuhan komputasi lebih besar.

Ke depan, OpenAI berencana menghadirkan aplikasi Codex ke Windows, meningkatkan performa inference, serta memperluas dukungan automasi berbasis cloud untuk pengembangan perangkat lunak skala besar.

Ikuti topik atau tag dari artikel ini untuk melihat lebih banyak berita dan informasi seperti ini

Jangan ketinggalan info keren soal teknologi dan AI?

Yuk, join Channel WhatsApp FluxTren Indonesia!
Satu klik, langsung update berita paling hangat — cepat, ringan, dan pastinya seru buat diikuti!

FluxTren menghormati privasi — tidak berbagi nomor kamu ke pihak ketiga. Info lebih lanjut di kebijakan privasi.
spot_img

More in News

POPULAR